
AMBON, BeritaAktual.co – Menjelang pelaksanaan sakramen Perjamuan Kudus, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memfasilitasi kegiatan kunjungan pastoral bagi warga binaan beragama Kristen.
Pelayanan rohani tersebut dilakukan oleh tim Majelis Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethsan, yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilakukan pihak lapas, khususnya untuk memperkuat kehidupan spiritual warga binaan.
Selain itu, pelayanan tersebut juga menjadi bentuk persiapan menyambut peringatan Jumat Agung, yang akan diperingati umat Kristiani pada awal April mendatang.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan, bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan di dalam lapas.
“Kegiatan keagamaan dapat membantu warga binaan menemukan ketenangan batin, sekaligus mendorong mereka untuk melakukan refleksi diri,” sebut Noya.
Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan pelayanan gereja merupakan bagian dari komitmen lapas, dalam memberikan pembinaan yang menyentuh sisi mental dan spiritual warga binaan.

Salah satu warga binaan berinisial MH merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Pelayanan rohani seperti ini memberikan penguatan iman, dan membuat kami tetap merasakan diperhatiankan, serta kasih Tuhan meskipun sedang menjalani masa pembinaan,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Diaken A. Matulessy dari Majelis Jemaat GPM Bethsan menyampaikan pesan bahwa kasih Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan.
Ia mengingatkan bahwa Perjamuan Kudus merupakan simbol persekutuan umat dengan Kristus yang membawa harapan dan kesempatan baru bagi setiap orang.
Ibadah persiapan tersebut berlangsung dengan suasana khusyuk melalui puji-pujian, penyampaian firman Tuhan, percakapan pastoral, serta doa bersama.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat iman warga binaan, sekaligus menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Matulessy.






