
Rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku, dalam rangka penyampaian LKPJ Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku, Senin (30/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menyampaikan capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif, namun mengakui masih adanya sejumlah tantangan, terutama peningkatan angka pengangguran.
Hal ini diungkapkan Wagub dalam sambutannya, saat rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku, dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku, Senin (30/3/2026).
Vanath menjelaskan, berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan tidak hanya bersifat perencanaan, tetapi telah diimplementasikan melalui program dan kegiatan yang terintegrasi di seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat struktur ekonomi daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Indikator makro pembangunan Maluku menunjukkan perkembangan yang cukup positif, jika dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Vanath menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Maluku pada tahun 2025 mencapai 5,44 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
Selain itu, kontribusi Maluku terhadap perekonomian nasional juga mengalami peningkatan, tercermin dari kontribusi PDRB yang naik dari 0,28 persen pada 2024 menjadi 0,29 persen pada 2025.
“Pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp30 juta menjadi Rp33,65 juta pada tahun 2025, yang menunjukkan adanya peningkatan daya beli masyarakat,” ujar dia.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 15,78 persen pada 2024 menjadi 15,25 persen pada 2025, atau turun sekitar 0,53 poin persen, bahkan melampaui target yang ditetapkan sebesar 15,43 persen.
Ketimpangan pendapatan turut mengalami perbaikan, yang tercermin dari penurunan rasio gini, menandakan distribusi pendapatan yang semakin merata. Kualitas lingkungan hidup juga menunjukkan peningkatan, dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian, Vanath mengaku, bahwa tingkat pengangguran terbuka masih menjadi pekerjaan rumah, karena meningkat dari 6,11 persen pada 2024 menjadi 6,27 persen pada 2025.
“Ke depan, kita harus meningkatkan kemandirian fiskal daerah, mengarahkan belanja agar lebih produktif, serta mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas antar wilayah kepulauan, serta pembangunan birokrasi yang adaptif, cepat, dan berorientasi pelayanan.
Vanath menegaskan, keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
“Rekomendasi DPRD sangat penting sebagai bahan perbaikan pembangunan ke depan, agar setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Wagub.





