
MANOKWARI, BeritaAktual.co – Pasca rampungnya pembangunan train 3 BP tangguh Bintuni, sedikitnya 12 ribu pekerja konstruksi proyek tersebut akan didemobilisasi atau berangsur-angsur akan kembali ke daerah dimana mereka direkrut.
Desy Unidjaja, Head of Communications and External Affairs bp Indonesia, dalam paparannya saat media gathering BP Indonesia yang digelar di Aula, salah satu hotel ternama di kota Manokwari, Papua Barat, Rabu (22/02/2023), menjelaskan, sejak tahun 2016, saat konstruksi LNG Tangguh mulai dibangun kontraktor maupun sub kontraktor telah mempekerjakan lebih dari 5.400 pekerja asal Tanah Papua dalam proyek pembangunan train 3.
“Tangguh LNG melalui kontraktor dan subkontraktornya telah mempekerjakan lebih dari 5.400 pekerja yang berasal dari tanah Papua sejak konstruksi dimulai 2016. “, jelas Desy Unijadja.
Saat ini, proyek Tangguh telah mendekati penyelesaian yang sudah barang tentu akan ada pengurangan secara drastis kebutuhan jumlah pekerja. Pembangunan konstruksi train 3 sudah rampung 90 persen.
Pekerja konstruksi di proyek tersebut, telah mulai di demobilisasi sejak akhir tahun 2022. Diperkirakan di tahun 2023 ini, proses demobilisasi Ini akan selesai dilakukan. Demobilisasi adalah sebuah kewajaran dalam siklus proyek hulu migas.
Pekerja yang dimobilisasi adalah pekerja konstruksi pembangunan train 3, bukan pekerja teknis yang menjalankan kilang LNG Tangguh di Bintuni.
Pihak LNG Tangguh Bintuni akan terus melanjutkan pekerjaan dengan aman, sesuai kualitas yang dipersyaratkan, dan dalam waktu sesegera mungkin agar bisa segera beroperasi.
Di Indonesia terdapat 4 blok LNG, tiga diantaranya masih beroperasi termasuk LNG Tangguh Bintuni. (AJ)







