
KOTA SORONG, BeritaAktuaL.co – Pomal Lantamal 14 Sorong, Kamis siang (27/2/2025) kembali melakukan rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap Kesya Lestaluhu, yang diduga dilakukan oknum anggota TNI A-L, kelasi 1 Agung Suyono Wahyudi Ponidi (23 tahun). Rekonstruksi digelar di jalan Kasuari, distrik Maladum Mes, kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Rekonstruksi ini dilakukanatas permintaan Oditurat Militer IV-21 Manokwari, untuk melengkapi berkas penyelidikan kasus pembunuhan sadis tersebut.
Agung Suyono Wahyudi Ponidi (23 tahun), datang ke lokasi mengenakan rompi oranye dan dikawal belasan anggota Pomal dan TNI AL. dalam reka ulang kedua ini, tersangka Agung memperagakan rangkaian adegan, saat dirinya bersama korban, jalan di kawasan Saoka, hingga korban dihabisi lalu dibuang ke laut.
Dalam reka ulang tersebut Agung mengaku sempat adu mulut dengan korban di dalam mobil. Pelaku sempat memukul korban di dalam mobil, dan menyuruh korban keluar dari dalam mobil, lalu ditinggalkan. Namun karena takut korban pulang sendirian, lalu melaporkan apa yang dilakukannya, pelaku kemudian balik dan mencari korban.
Pencarian ini dilakukan beberapa kali sambil terus memanggil nama korban Kesya yang bersembunyi di balik semak-semak di pinggir jalan. Dari Penuturan Agung, tiga kali bolak-balik di lokasi tersebut, namun Kesya tidak kunjung keluar dari persembunyiannya. Namun saat pelaku meminta maaf karena telah memukul, korban kemudian keluar dari persembunyiannya dan kembali ke mobil, yang menunggu di pinggir jalan.
Setiba di mobil, Agung yang sehari-hari berdinas di Koarmada 3, di Katapop kabupaten Sorong ini lalu mengajak korban Kesya untuk melakukan hubungan suami istri. Setelah merasa puas, muncul ketakutan bahwa korban akan melaporkan perbuatannya ke atasan. Pelaku kemudian mengambil kerambit (sangkur) di dalam mobil, lalu menghujamkan benda tajam itu ke tubuh bagian atas korban, sambil diseret menuju bibir jurang.
Agung lalu mencabut benda tajam itu dari tubuh korban, lalu kembali menghujamkan kerambit itu ke tubuh korban, sambil diseret, lalu meletakkan tubuh korban yang sudah sekarat ke pasir pantai. Karena lupa mengambil kunci mobil, Agung kembali ke mobil di atas jurang, untuk mengambil kunci mobil. Agung kemudian kembali ke dasar jurang, lalu menyeret tubuh korban ke tengah laut.
Komandan Pomal Lantamal XIV Sorong, Letnan Kolonel Laut (PM) Dian Sumpena meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait jumlah pelaku pembunuhan Kesya Lestaluhu. Menurutnya sesuai hasil penyelidikan, pelaku pembunuhan Kesya hanya satu orang, yaitu kelasi 1 Agung Suyono Wahyudi Ponidi.
“Pelaku hanya satu orang yaitu kelasi 1 Agung Suyono Wahyudi Ponid, kami menghimbau dan minta masyarakat jangan berspekulasi atau hanya mendengar informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.
Namun terdapat beberapa kejanggalan atau perubahan dari sejumlah keterangan pelaku pada rekonstruksi pertama di Markas Lantamal XIV Sorong pada 20 Januari 2025 lalu. Pertama tersangka Agung mengaku saat di TKP sempat mencari korban yang lari ke rerumputan. Kedua pada saat terjadinya hubungan suami istri, ia menyebut menurunkan celana masing-masing, sedangkan rekonstruksi awaldi sebutkan korban yang menurunkan celana tersangka. Ketiga, pada saat berhubungan intim di samping mobil, pelaku Agung menyebut baru sekali dorongan sudah klimaks, yang mana sebelumnya dia menyebut dua kali.
Keempat, tersangka mengaku sempat memukul korban Kesya di dalam mobil tiga kali, hingga korban sempat lari di semak-semak. Yang mana keterangan tersebut tidak ada pada rekonstruksi sebelumnya, namun menyebut korban mencakar mukanya. Kelima, tersangka Agung memperagakan membawa jasad Kesya ke laut, dimana kondisi air laut pada dini hari jelang pagi sedang pasang. Saat rekonstruksi pertama Agung menyebutkan korban ditikam lalu diletakkan di cekungan tepi Pantai Saoka, sambil memeluk jasad korban karena sedih.
Meski demikian, usai rekonstruksi terduga pelaku pembunuhan, kelasi 1 Agung Suyono Wahyudi Ponidi (23 tahun) menegaskan rekonstruksi yang dilakukan di TKP pembunuhan adalah keterangan yang sebenarnya. Agung mengaku dirinya melakukan pembunuhan keji tersebut seorang diri. (Mar)







