
Malam Nisfu Syaban yang jatuh pada Senin (2/2/2026) malam diisi dengan khidmat oleh petugas dan WBP Lapas Kelas III Wahai. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Malam Nisfu Syaban yang jatuh pada Senin (2/2/2026) malam diisi dengan khidmat oleh petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Wahai.
Kegiatan ibadah yang berlangsung di Masjid At-Taubah tersebut diikuti oleh ratusan peserta, menciptakan suasana religius dan penuh kehangatan di tengah lingkungan pemasyarakatan.
Mengacu pada kalender hijriah Kementerian Agama RI, malam Nisfu Syaban tahun ini bertepatan dengan tanggal 15 Syaban 1447 H, yang juga menjadi momentum persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan dimulai setelah pelaksanaan Salat Maghrib berjamaah, dengan pembukaan berupa pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali yang disampaikan oleh pengurus Majelis Taklim At-Taubah.
Lantunan ayat suci yang merdu bergema di setiap sudut masjid dan blok hunian, membawa kedamaian bagi seluruh penghuni lapas.
Setelah pembacaan Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh La Joi, Ketua Majelis Taklim At-Taubah Lapas Wahai.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan tausiyah tentang pentingnya muhasabah diri dan mempererat tali silaturahmi dalam ajaran Islam.
“Malam Nisfu Syaban adalah momen istimewa di mana kita diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, memohon ampunan, serta saling memaafkan. Kebersamaan antara petugas dan WBP malam ini menjadi bukti, bahwa proses pembinaan di sini tidak hanya fokus pada perbaikan perilaku, tetapi juga pada sisi kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah,” ujar La Joi.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa fasilitasi ibadah keagamaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian di lapas.
“Kami selalu berusaha untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, agar WBP dapat menjalankan kewajiban agama dengan baik. Melalui momen Nisfu Syaban ini, kami berharap, mereka dapat menemukan kedamaian batin, meningkatkan keimanan, dan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Tersih juga menambahkan, bahwa kegiatan serupa akan terus diadakan secara berkala sebagai bentuk komitmen lapas dalam mendukung pemulihan hidup WBP.
Salah seorang WBP berinisial AG mengungkapkan kesan mendalam setelah mengikuti ibadah malam itu.
“Meskipun berada di dalam lingkungan pemasyarakatan, kesempatan untuk mengikuti ibadah seperti ini membuat saya merasa lebih dekat dengan Tuhan. Saya berharap, amalan yang saya lakukan malam ini dapat menjadi bekal, untuk menjalani Ramadan dengan lebih baik dan memperbaiki diri di masa yang akan datang,” ucapnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro yang mendapatkan laporan tentang kegiatan ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi.
“Pembinaan melalui pendekatan spiritual sangat krusial dalam mempersiapkan WBP untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. Semoga dengan momentum Nisfu Syaban ini, mereka dapat semakin memperbanyak amal shaleh, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai positif, dan berkontribusi pada terwujudnya ketertiban serta kedamaian di lingkungan Lapas Wahai,” harapnya.
Kegiatan berjalan dengan sangat kondusif dan aman hingga selesai. Para Warga Binaan pulang dengan hati yang lebih tenang, dan membawa harapan baru untuk masa depan, menjadikan malam Nisfu Syaban tahun ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan pembinaan dan pemulihan diri di Lapas Wahai.




