Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Warga Binaan Lapas Wahai Tekuni Budidaya Buncis dan Tomat

Q Jumat, 8 Mei 2026 2 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Screenshot_2026-05-08-11-14-32-586_com.android.chrome

Warga binaan Lapas Kelas III Wahai sedang giat melakukan perawatan bibit tanaman buncis dan tomat, di lahan pertanian yang tersedia di lingkungan lapas, Kamis (7/5/2026). Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai sedang giat melakukan perawatan bibit tanaman buncis dan tomat, di lahan pertanian yang tersedia di lingkungan lapas, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian, yang bertujuan membekali para warga binaan, dengan keterampilan praktis di bidang pertanian dan agribisnis, selama menjalani masa pidana.

Perawatan dilakukan secara intensif, mulai dari tahap penyemaian bibit, penyiraman, hingga pemupukan secara rutin, agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal, dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Petugas pendamping kegiatan, George Riupassa mengatakan, pembinaan ini dilakukan, agar warga binaan memahami teknik budidaya pertanian yang baik dan benar.

“Kami mendampingi mereka mulai dari proses penyemaian hingga tahap perawatan. Fokus utama kami adalah, memastikan warga binaan memahami teknik pertanian yang tepat, sehingga hasil panen yang diperoleh nantinya berkualitas,” ujar George.

Salah satu warga binaan berinisial DS mengaku, kegiatan pertanian ini memberikan pengalaman baru, sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang sangat bermanfaat selama berada di dalam lapas.

“Saya belajar banyak hal, mulai dari cara menjaga kelembapan tanah hingga teknik menangani hama tanaman. Kegiatan ini membuat waktu kami di sini menjadi lebih bermanfaat, dan tentunya akan menjadi bekal ketika kami kembali ke masyarakat nanti,” katanya.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Mouw menjelaskan, bahwa pemilihan komoditas buncis dan tomat didasarkan pada pertimbangan nilai ekonomi yang menguntungkan, serta kemudahan dalam perawatannya, yang dinilai cocok dengan kondisi iklim di wilayah setempat.

“Kami memilih jenis tanaman yang memiliki masa panen relatif singkat, namun memiliki nilai jual yang cukup baik. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar cara bercocok tanam, tetapi juga memahami berbagai peluang usaha, yang dapat dikembangkan setelah mereka bebas nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menegaskan, bahwa program pertanian ini merupakan bagian dari upaya pembinaan, yang berorientasi pada perubahan perilaku, dan pemberdayaan warga binaan.

“Lapas bukan sekadar tempat untuk menjalani hukuman pidana, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran, dan tempat pembinaan. Kami ingin memastikan, warga binaan memiliki keterampilan yang berguna, serta mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi yang lebih siap dan produktif,” ungkapnya.

Program pembinaan kemandirian tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.

Ricky menilai, kegiatan pertanian di Lapas Wahai merupakan langkah positif, yang turut mendukung program ketahanan pangan, sekaligus memperkuat sistem pembinaan berbasis keterampilan.

“Lapas Wahai telah menunjukkan komitmen yang baik, dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif. Saya berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan, sehingga para warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kepercayaan diri yang tinggi saat kembali bermasyarakat,” harap dia.

Saat ini, ribuan bibit buncis dan tomat terus dirawat dengan baik, dengan target panen yang dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan.

Hasil panen nantinya diharapkan, dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi internal lapas maupun kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.

Tentang penulis

Warga Binaan Lapas Wahai Tekuni Budidaya Buncis dan Tomat 2 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Lapas Wahai Lakukan Skrining Kesehatan dan Tes Urine terhadap Tahanan Baru
Next: Komisi II Minta Pemerintah Bertindak Tegas terkait Keberadaan 24 WNA di Gunung Botak

Related News

IMG-20260508-WA0035
2 min read
  • Daerah

Serang Apresiasi Pelayanan JCH Maluku yang Dinilai Semakin Baik

Q Jumat, 8 Mei 2026
IMG-20260508-WA0036~2
2 min read
  • Daerah

Saudah Apresiasi Sistem Pemberangkatan Haji Maluku 2026

Q Jumat, 8 Mei 2026
Screenshot_2026-05-08-18-29-54-292_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

BRI Cabang Langgur Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Lewat Ibadah PKK

Q Jumat, 8 Mei 2026

Berita lainnya

IMG-20260508-WA0035
2 min read
  • Daerah

Serang Apresiasi Pelayanan JCH Maluku yang Dinilai Semakin Baik

Q Jumat, 8 Mei 2026
IMG-20260508-WA0036~2
2 min read
  • Daerah

Saudah Apresiasi Sistem Pemberangkatan Haji Maluku 2026

Q Jumat, 8 Mei 2026
Screenshot_2026-05-08-18-29-54-292_com.android.chrome
1 min read
  • Daerah

BRI Cabang Langgur Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Lewat Ibadah PKK

Q Jumat, 8 Mei 2026
Screenshot_2026-05-08-18-29-34-000_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Kembangkan UMKM, BRI Langgur dan Disperindag Malra Sosialisasi KUR

Q Jumat, 8 Mei 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d