
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Ratusan massa dan keluarga dari almarhum Daniel Momot (27 tahun) korban pemukulan hingga tewas, mendatangi kantor kota Sorong, Kamis siang 10/07/2025.
Sambil membawa mobil jenazah, yang didalamnya berisi peti jenazah almarhum, massa menuntut Walikota bersama Forkopimda kota Sorong, mencari dan menangkap pelaku pembunuhan keji, Daniel Momot yang dianiaya hingga tewas pada Rabu malam 09/07/2025 di kediamannya, di kompleks Malanu Aster, kelurahan Klagete, distrik Malaimsimsa, kota Sorong, provinsi Papua Barat Daya.
Massa dan keluarga korban menuntut Walikota bersama jajaran Forkopimda kota Sorong, untuk menjamin keamanan kota Sorong, serta menangkap pelaku penganiayaan yang menewaskan kerabat mereka yang baru saja diterima sebagai ASN di Pemda kota Sorong.
Massa yang demo melakukan aksi bakar ban bekas, yang membuat asap hitam pekat, yang mengganggu kerja ASN di Pemkot Sorong.
Walikota Sorong, Septinus Lobat yang datang menemui massa menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala-kepala suku, yang bersepakat untuk melakukan penyelesaian adat kepada para pelaku, dibarengi dengan proses hukum, yang sementara ditangani Polresta Sorong Kota.
“Kami tadi sudah berembuk nanti akan dilakukan urusan adat dalam 1 dua hari ini, tapi saya minta untuk semua keluarga supaya kembali bawa ini jenazah, bawa kembali ke Malanu, kita semua tenang dan kita makamkan dengan baik.” ujar Walikota.
Ditempat yang sama, Kapolresta sorong kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto menjelaskan, Personel Polresta Sorong Kota langsung bergerak cepat, dan berhasil menangkap seorang pelaku penganiayaan, yang berujung tewasnya Daniel Momot. Hingga kini, polisi masing menggali informasi dari pelaku yang sudah diamankan.
“Almarhum diduga korban salah sasaran, yang disasar memang bukan almarhum ini tapi ada orang lain. Masalah percintaan, pelaku mengejar korban ini tapi sebenarnya bukan korban tujuannya tapi orang lain. Namun akhirnya korban yang meninggal dunia. Sekarang pelakunya sudah kita amankan dan sedang diproses. sementara baru 1 pelaku yang diamankan.” kata Kapolresta.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi penganiayaan ini bermula saat seorang pelaku berinisial NW yang merupakan karyawan minimarket, mendatangi rumah korban sembari membawa sebatang kayu. Korban yang tengah tertidur lelap, dihantam berulang kali hingga tak sadarkan diri. Ironisnya, pelaku diketahui salah sasaran, pelaku sebenarnya mencari pria yang diduga menjalin hubungan dengan adik perempuannya. namun, karena pria tersebut melarikan diri, pelaku justru menyerang korban yang tengah terlelap.
Usai menyerang, pelaku melarikan diri, sementara korban yang kritis segera dilarikan ke RS Sele Be Solu, namun naas, nyawa korban tidak tertolong.







