
Lapas Kelas III Wahai kembali menggelar program Perling, menghadirkan layanan kesehatan secara langsung ke setiap blok hunian Warga Binaan, Kamis (5/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menggelar program Perawatan Keliling (Perling), menghadirkan layanan kesehatan secara langsung ke setiap blok hunian Warga Binaan.
Kegiatan yang dilakukan pada Kamis (5/2/2026) ini, bertujuan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara preventif, dan memastikan tidak ada satu pun Warga Binaan yang terlewatkan dalam mendapatkan akses layanan medis.
Program ini menjadi bentuk konkret dari komitmen negara, dalam memberikan perlindungan kesehatan yang merata, bahkan bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Diadakan secara berkala setiap periode tertentu, Perling berfungsi tidak hanya sebagai sarana deteksi dini penyakit, tetapi juga sebagai respons cepat bagi Warga Binaan, yang mengalami keluhan kesehatan, dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis segera.
Fitri Rianti, Petugas Kesehatan Lapas Wahai yang turut terlibat dalam program ini menjelaskan, bahwa pendekatan langsung ke blok hunian sangat efektif untuk menjangkau seluruh Warga Binaan.
“Kami memilih untuk datang langsung ke tempat mereka tinggal, karena ada beberapa yang mungkin kesulitan atau belum menyadari kondisi kesehatan mereka. Selain melakukan pemeriksaan fisik dasar, kami juga memberikan obat-obatan yang diperlukan dan melakukan pemantauan perkembangan kondisi mereka secara berkala,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan dengan inisial LR berbagi pengalaman positifnya, setelah mendapatkan bantuan dari program Perling.
“Minggu lalu saya mulai merasa tidak enak badan, pusing dan mata sering kabur. Saya belum sempat melapor ke petugas karena merasa masih bisa tahan, tapi ketika tim kesehatan datang ke blok saya, mereka langsung memeriksa dan memberikan perawatan. Sekarang saya sudah merasa jauh lebih baik. Saya sangat menghargai perhatian yang diberikan oleh seluruh tim kesehatan Lapas Wahai,” ucapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan, pelayanan kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari upaya pembinaan yang humanis, dan merupakan bentuk pemenuhan hak dasar setiap individu.
“Kami percaya, bahwa setiap Warga Binaan berhak mendapatkan perawatan kesehatan yang layak. Program Perling adalah bukti dari komitmen kami, untuk menjalankan tugas pembinaan dengan penuh rasa tanggung jawab, dan menghormati martabat setiap orang yang berada di bawah tanggung jawab kami,” tegasnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Lapas Wahai.
Menurutnya, program ini merupakan implementasi nyata dari standar pelayanan PRIMA dan pemenuhan hak kesehatan yang manusiawi.
“Pendekatan seperti ini sangat penting, untuk mencegah penyebaran penyakit di dalam lembaga dan memastikan seluruh Warga Binaan mendapatkan akses kesehatan, yang sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini patut menjadi contoh bagi lapas-lapas lainnya di wilayah Maluku,” tuturnya.
Dengan konsistensi pelaksanaannya, diharapkan program perawatan keliling ini dapat terus memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan Warga Binaan, serta mendukung proses pembinaan yang lebih berkualitas melalui layanan kesehatan yang semakin profesional, responsif, dan berintegritas.






