
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Puluhan massa dan sejumlah tokoh masyarakat dari kabupaten Maybrat menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (14/1/2025). Aksi ini adalah bentuk penolakan akan penetapan hasil seleksi anggota DPR Papua Barat Daya melalui jalur otonomi khusus (otsus).
Demonstrasi diinisiasi oleh tim pejuang pembentukan Provinsi Papua Barat Daya yang kecewa lantaran Jimmy Asmuruf anak dari tokoh Pencetus, Penggagas dan Deklarator Provinsi Papua Barat Daya, almarhum Dortheis Decky Asmuruf tidak diakomodir dalam seleksi tersebut.
Massa yang sejak pagi berada di halaman kantor Gubernur itu menuntut agar Jimmy Asmuruf segera mengakomodir sebagai calon anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya,
Koordinator Aksi Yanto Ijie mengatakan, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk kekecewaan dan penyesalan dari seluruh tim pejuang pemekaran Provinsi Papua Barat Daya terkait dengan tidak diakomodirnya Jimmy Jones Asmuruf anak dari tokoh atau founding father (bapak pendiri) Provinsi Papua Barat Daya Dortheis Decky Asmuruf, dalam seleksi calon anggota DPR Papua Barat Daya melalui jalur pengangkatan dari Kabupaten Maybrat.
“Jimmy Asmuruf anak kandung dari Decky Asmuruf tokoh pencetus, penggagas, dan deklarator Provinsi Papua Barat Daya. Warga yang menggelar aksi demo menuntut agar pemerintah provinsi papua barat daya dapat bertindak adil dan memberikan ruang kepada anak dari deklarator Provinsi Papua Barat Daya ini,” ujar Yanto.
Menurut Yanto, menghargai perjuangan sang ayah almarhum Dr. Dortheis Decky Asmuruf yang telah memperjuangkan hadirnya Provinsi Papua Barat daya, maka selayaknya Jimmy Jones Asmuruf yang tak lain adalah putra almar mendapatkan “Karpet Merah” dalam seleksi anggota DPR provinsi Papua Barat daya.
“Kami sudah sampaikan kepada Gubernur dan juga kami akan sampaikan kepada pansel bahwa Jimmy Jones Asmuruf harus diberikan “Karpet Merah” di Provinsi Papua Barat daya atas jasa perjuangan bapaknya mengurus dan menghadirkan provinsi ini.” tegas Yanto.
Yanto juga mengingatkan pentingnya menyadari perjuangan yang telah ditinggalkan tokoh-tokoh sebelumnya, yang rela mengorbankan tenaga, pikiran dan hingga nyawa jadi taruhan.
Menanggapi aspirasi tersebut Gubernur Muhammad Musa’ad menyampaikan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari panitia seleksi pansel terkait hasil seleksi.
“Saya belum mendapatkan laporan resmi dari panitia seleksi pansel dan besok Rabu (15/1/2025) akan memanggil panitia seleksi pansel untuk mendapatkan informasi dan mendapatkan laporan lengkap tentang proses yang sudah dilakukan.”ujar Musa’ad.
Pj Gubernur juga meminta agar massa bersabar menunggu hasil pertemuannya dengan Pansel sehingga mendapatkan jawaban yang lengkap. “Saya berterima kasih karena saudara semua sudah bersedia membuka blokade dan ruang di kantor gubernur. Setelah pertemuan dengan pansel, saya akan memberikan penjelasan lebih lanjut,” pungkas Musa’ad. (Mar)







