
Lapas Kelas III Wahai kembali menggelar program "Wali Menyapa", Rabu (10/12/2025). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai kembali menggelar program “Wali Menyapa”, Rabu (10/12/2025), sebuah agenda teratur yang bertujuan meningkatkan efektivitas pembinaan, mempererat hubungan emosional, dan memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan selama masa pidana mereka.
Kegiatan yang berlangsung di dalam blok Lapas diisi dengan berbagai sesi, mulai dari diskusi terbuka, evaluasi perkembangan perilaku setiap warga binaan, hingga kesempatan untuk menyampaikan keluhan, kendala, dan harapan.
Suasana yang dibangun dengan penuh keterbukaan, membuat warga binaan merasa bebas berinteraksi dengan petugas yang menjadi wali pendamping mereka.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyatakan, program Wali Menyapa adalah bagian tak terpisah dari pendekatan pembinaan yang humanis.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berpusat pada kedisiplinan semata, tetapi juga pada pembangunan hubungan emosional yang sehat antara petugas dan warga binaan.
“Kegiatan ini dirancang, agar setiap warga binaan merasa didampingi dan diperhatikan. Ketika mereka merasa dihargai dan didengarkan, proses pembinaan akan jauh lebih efektif,” tegasnya.
Ia menyebut, program ini menjadi sarana untuk memantau kondisi warga binaan secara menyeluruh, baik mental, emosional, maupun sosial, sebagai wujud komitmen memberikan pembinaan yang bermartabat.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menambahkan, program ini memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan pembinaan individual.
Melalui pertemuan langsung antara wali dan warga binaan, berbagai permasalahan dapat terdeteksi lebih cepat dan ditangani dengan tepat.
“Setiap warga binaan memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda. Ada yang butuh dukungan emosional, arahan kemandirian, atau bimbingan soal masalah keluarga. Pendekatan ini membantu kami menyusun langkah pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.
Salah satu warga binaan berinisial AD menyampaikan rasa terima kasihnya, dengan adanya forum terbuka seperti ini.
Menurutnya, Wali Menyapa memberikan ruang aman, untuk berbicara tentang kondisi pribadi dan tantangan yang dihadapi selama menjalani pidana.
“Saya merasa lebih dekat dengan petugas, terutama wali yang mendampingi. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga memberi motivasi, dan membuat saya lebih kuat menjalani hari-hari di sini,” ucap AD.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DJP) Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia memberikan apresiasi kepada Lapas Wahai, yang konsisten menghadirkan inovasi pembinaan.
“Pendekatan ini tidak hanya membangun kedekatan, tetapi juga menjadi deteksi dini terhadap masalah yang mungkin muncul. Ini selaras dengan arahan pusat, untuk memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan secara humanis,” terang Ricky.
Melalui program Wali Menyapa, Lapas Wahai terus menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan pemasyarakatan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.
Ini membuktikan, bahwa pembinaan tidak hanya tentang aturan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang mendasar.





