
Sosialisasi penggunaan aplikasi SLABER kepada media online yang telah menjalin PKS dengan Pemkot Ambon, yang berlangsung di ruang Vlisingen, Rabu (22/4/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Lapor Berita (SLABER) kepada media online yang telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemkot Ambon, yang berlangsung di ruang Vlisingen, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat koordinasi, sekaligus meningkatkan transparansi, dan akuntabilitas dalam publikasi informasi pemerintah daerah.
Kegiatan ini merupakan respons terhadap pesatnya perkembangan media digital, yang menuntut adanya sistem pelaporan yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien.
Melalui SLABER, seluruh proses administrasi dan pelaporan kerja sama media dialihkan ke dalam sistem berbasis teknologi informasi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy mengatakan, aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah, sekaligus menertibkan mekanisme kemitraan antara pemerintah dan media.
“SLABER kami kembangkan, untuk memastikan seluruh proses pelaporan berjalan lebih sederhana, transparan, dan dapat dipantau secara real-time,” ujarnya.
Menurutnya, peran media sangat strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi dan kontrol sosial, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Selain itu, penerapan SLABER juga mendukung prinsip keterbukaan informasi publik sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
“Kami ingin memastikan, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan mudah diakses melalui sistem yang tertata dengan baik,” tambahnya.
Dari sisi manfaat bagi mitra media, kini seluruh dokumen penting seperti NPWP, akta pendirian perusahaan, dan berkas pendukung lainnya dapat disimpan secara digital dalam satu sistem terintegrasi.
Hal ini tidak hanya memudahkan proses verifikasi, tetapi juga memudahkan saat dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Tak hanya itu, pelaporan hasil publikasi yang sebelumnya dilakukan secara manual kini beralih ke platform daring, melalui laman resmi SLABER, sehingga komunikasi antara media dan pemerintah menjadi lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik.
Sementara itu, bagi Pemkot Ambon, aplikasi ini berfungsi sebagai dasbor pemantauan, untuk mengukur efektivitas kerja sama media secara langsung.
“Melalui data yang tersedia, kami dapat melakukan evaluasi secara objektif, untuk menentukan keberlanjutan kerja sama di tahun berikutnya,” jelasnya.
Dengan penerapan SLABER, diharapkan hubungan kemitraan antara pemerintah dan media semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Media juga diberikan kemudahan dalam memenuhi kewajiban administrasi, termasuk pengunggahan profil perusahaan, serta laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang tertuang dalam PKS.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah dan media diharapkan semakin solid dalam menyebarluaskan informasi pembangunan daerah yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Ambon,” tandas Ronald.




